Ikhtiar & Doa: Santri At-Tajdid Menapaki Jalan Menuju Cita-Cita

Pesantren At-Tajdid Muhammadiyah Tasikmalaya kembali melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi santri kelas XII pada tanggal 3–4 November 2025. Pelaksanaan ini menjadi salah satu rangkaian evaluasi pendidikan yang bertujuan untuk menilai capaian pembelajaran, kemampuan berpikir kritis, serta kesiapan santri dalam menghadapi jenjang pendidikan berikutnya.
Kegiatan ini berlangsung di laboratorium komputer pesantren dengan pengawasan tenaga pendidik dan tim teknologi informasi. Para santri mengikuti tes berbasis komputer yang mencakup materi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan Mapel lainya. Selain menjadi syarat akademik, pelaksanaan TKA juga menjadi sarana membangun kepercayaan diri dan tanggung jawab sebagai calon lulusan.
Ikhtiar dan Doan Dua Kekuatan dalam Proses Belajar
Di Pesantren At-Tajdid, proses pendidikan tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, namun juga pembinaan akhlak, mental, dan spiritual. Prinsip ini selaras dengan nilai Muhammadiyah yang menekankan keseimbangan antara ilmu dan iman.
Bukan hanya sekadar ujian, TKA menjadi ajang pembuktian ikhtiar para santri. Ustadz dan guru pembimbing senantiasa memberikan motivasi agar para santri tidak hanya bergantung pada kemampuan intelektual, tetapi juga menguatkan diri dengan doa dan tawakal. Sebagaimana disampaikan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti menegaskan bahwa evaluasi pendidikan tidak hanya mengukur kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter belajar yang mandiri, kritis, dan berkelanjutan.
Langkah Menuju Masa Depan Pendidikan
Melalui Tes Kemampuan Akademik, pesantren berharap mampu menciptakan lulusan yang unggul, berpengetahuan luas, dan siap melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Sebagian besar lulusan Pesantren At-Tajdid telah diterima di berbagai kampus negeri maupun swasta, baik jalur prestasi, beasiswa, maupun seleksi mandiri. Ujian seperti TKA menjadi bagian penting dari proses tersebut.
Dalam Islam, usaha dan doa merupakan dua hal yang tidak terpisahkan. Al-Qur’an mengajarkan bahwa manusia mendapatkan hasil sesuai dengan usahanya (QS. An-Najm: 39). Semangat ini tercermin dari kesungguhan para santri mengikuti ujian, mulai dari persiapan akademik hingga menjaga adab dan ketenangan hati.
Harapan ke Depan
Pesantren At-Tajdid berharap agar seluruh santri kelas XII mendapatkan hasil terbaik sesuai ikhtiar masing-masing, serta mampu membuka jalan menuju cita-cita masa depan. Apapun hasilnya, pengalaman ujian ini menjadi bagian dari proses belajar, disiplin, dan pembentukan pribadi yang berkarakter.
Dengan semangat berilmu dan beramal, Pesantren At-Tajdid Muhammadiyah Tasikmalaya akan terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan, menyediakan fasilitas yang memadai, serta mencetak generasi Islam berkemajuan yang cerdas secara akademik, mulia dalam akhlak, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Redaksi
Akbar Syawaludin
Bagikan :


