logo

Menteri Pendidikan Resmikan Peletakan Batu Pertama Gedung Pembinaan Karakter Santri

BERITA
admin
24 Februari 2025
Menteri Pendidikan Resmikan Peletakan Batu Pertama Gedung Pembinaan Karakter Santri

Tasikmalaya – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu'ti, melakukan kunjungan ke Pesantren At-Tajdid Muhammadiyah Tasikmalaya dalam rangka meresmikan peletakan batu pertama gedung Pusat Pembentukan dan Pembinaan Karakter Santri, Ahad, 23 Februari 2025. Kunjungan ini turut didampingi oleh kepala BSKAP, Kepala BMTI, Kepala BBGP Beserta anggota DPR RI Komisi X, Ferdiansyah.

Dalam sambutannya, Prof. Abdul Mu'ti menyampaikan bahwa pembangunan gedung diharapkan melahirkan generasi pembaharu dalam mengajarkan ajaran agama Islam. "Sesuai dengan nama nya AT-TAJDID, mudah mudahan pondok ini melahirkan pembaharu, para mujahid. Yang memiliki bisi dan pandangan Islam yang luas, bisi dan pandangan Islam yang jauh kedepan untuk memperbaharui pemahaman kita terhadap ajaran agama Islam dan memperbaharui cara dan strategi gerakan kita dalam mengamalkan ajaran agama Islam" ujarnya.

Prosesi peletakan batu pertama dilakukan secara simbolis dengan menumpahkan semen ke pondasi bangunan menggunakan sekop. Kegiatan ini disambut antusias oleh para santri dan pengasuh pesantren. Momen istimewa terjadi ketika seorang santri kelas 3 SMP bernama Aisyah menyerahkan hadiah berupa lukisan wajah Prof. Abdul Mu'ti. Lukisan tersebut mendapat apresiasi langsung dari Menteri yang tampak terkesan dengan bakat seni yang dimiliki santri tersebut.

Usai peresmian, Menteri bersama rombongan menikmati makan siang dengan hidangan khas pesantren, yakni liwet "Si Jagur" yang disajikan dengan ikan gurame serta aneka lalapan.

Sebagai bentuk apresiasi, sebelum meninggalkan pesantren, Prof. Abdul Mu'ti memberikan beasiswa kepada Aisyah atas karya seninya. Ia berharap bantuan ini dapat menjadi motivasi bagi para santri untuk terus mengembangkan bakat dan potensinya di berbagai bidang. Kunjungan ini diharapkan semakin memperkuat komitmen pemerintah dalam mendukung pendidikan berbasis karakter dan mempererat hubungan antara lembaga pendidikan pesantren dengan pemerintah.

(Tim Media At-Tajdid)

Bagikan :