logo

Ustadz Ali Ahmad Fauzi Resmi Dilantik sebagai Mudir Pesantren At-Tajdid Muhammadiyah Tasikmalaya Periode 2024–2028

BERITA
admin
27 September 2026
Ustadz Ali Ahmad Fauzi Resmi Dilantik sebagai Mudir Pesantren At-Tajdid Muhammadiyah Tasikmalaya Periode 2024–2028

Tasikmalaya — Pesantren At-Tajdid Muhammadiyah Tasikmalaya resmi memiliki mudir baru untuk melanjutkan masa jabatan 2024–2028 melalui mekanisme pengganti antar waktu (PAW). Ustadz Ali Ahmad Fauzi, S.Pd.I., M.Ag. dilantik sebagai Mudir Pesantren At-Tajdid Muhammadiyah Tasikmalaya dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Pesantren At-Tajdid, Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (26/9/2026).

Pelantikan yang bertepatan dengan 15 Rabi’ul Akhir 1448 H tersebut dimulai pukul 13.00 WIB dan dihadiri oleh unsur Pimpinan Muhammadiyah, Lembaga Pengembangan Pesantren (LP2) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Tasikmalaya, pimpinan dan keluarga besar Pesantren At-Tajdid, serta tamu undangan lainnya.

Pelantikan ini menjadi bagian dari keberlanjutan kepemimpinan Pesantren At-Tajdid setelah wafatnya mudir sebelumnya, Ustadz Dr. Yusef Rafiqi, S.Ag., M.M., pada 18 April 2026. Setelah kepergian beliau, Ustadz Pepen Pauji, S.H.I., Lc., yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Mudir Pesantren At-Tajdid, ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Mudir untuk memastikan roda pendidikan dan pengelolaan pesantren tetap berjalan selama masa transisi.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Acara kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah, Sang Surya. Suasana semakin khidmat ketika memasuki agenda pembacaan Surat Keputusan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat tentang Pengangkatan Mudir Pesantren At-Tajdid Muhammadiyah Periode 2024–2028 Pengganti Antar Waktu yang dibacakan oleh perwakilan LP2 PWM Jawa Barat.

Setelah pembacaan surat keputusan, dilaksanakan prosesi pelantikan Ustadz Ali Ahmad Fauzi, S.Pd.I., M.Ag. sebagai Mudir Pesantren At-Tajdid Muhammadiyah Tasikmalaya. Prosesi tersebut menjadi penanda dimulainya amanah baru dalam melanjutkan kepemimpinan pesantren hingga berakhirnya periode jabatan 2024–2028.

Dalam sambutannya setelah prosesi pelantikan, Ustadz Ali menyampaikan rasa terima kasih atas amanah yang diberikan sekaligus memohon doa dan dukungan dari seluruh keluarga besar pesantren. Ia menekankan bahwa semangat At-Tajdid harus terus diwujudkan melalui pembaruan dan inovasi.

“Kita harus mengembangkan diri untuk menjadikan At-Tajdid ini sesuai dengan namanya. Sejak berdiri, nama At-Tajdid itu harus selalu ada pembaharuan, ada refresh, ada inovasi. Tetapi jangan dilupakan juga, inovasi itu tidak hanya yang sifatnya fisik dan pesak, tetapi ada hal-hal lain yang harus kita inovasikan.”

Pesan tersebut menjadi salah satu arah yang ingin dibawa dalam kepemimpinan baru. Pembaruan tidak hanya dipahami dalam bentuk pembangunan sarana dan prasarana, tetapi juga mencakup berbagai aspek lain dalam kehidupan pesantren yang perlu terus dikembangkan dan disesuaikan dengan kebutuhan zaman.

Sebelumnya, Ustadz Pepen yang selama masa transisi menjalankan amanah sebagai Plt. Mudir, turut menyampaikan sambutan. Ia mengungkapkan bahwa selama menjalankan tugas tersebut, proses pengelolaan pesantren mengedepankan musyawarah dan kebersamaan.

“Selama ini kita mengutamakan musyawarah. Kita sama-sama sudah menandatangani pakta integritas, artinya kami semua siap untuk membangkitkan At-Tajdid,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menggambarkan semangat kebersamaan yang dibangun selama masa transisi kepemimpinan. Dengan dilantiknya mudir baru, proses tersebut diharapkan dapat terus dilanjutkan melalui kerja bersama seluruh unsur pesantren.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Tasikmalaya, Ustadz Iwa Kurniawan, S.P. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan harapan agar kepemimpinan baru dapat semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Pesantren At-Tajdid.

“Mudah-mudahan di bawah kepemimpinan Ustadz Ali ini, masyarakat semakin percaya terhadap Pesantren At-Tajdid, sehingga masyarakat mau menitipkan putra-putrinya di Pesantren At-Tajdid,” tuturnya.

Kepercayaan masyarakat menjadi salah satu aspek penting bagi keberlangsungan pesantren. Selain menjalankan fungsi pendidikan dan pembinaan, pesantren juga memiliki tanggung jawab untuk terus menghadirkan lingkungan pendidikan yang mampu memberikan rasa aman dan kepercayaan bagi para orang tua dalam menitipkan pendidikan putra-putrinya.

Sementara itu, Prof. Dr. Agus Abdul Rahman, M.Psi., Ketua LP2 Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat, memberikan sejumlah arahan mengenai PR yang perlu menjadi perhatian dalam kepemimpinan pesantren ke depan.

Menurutnya, salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah faktor yang menyebabkan kurangnya antusias masyarakat menitipkan anaknya di pesantren, bagaimana menciptakan kondisi agar santri merasa betah berada di pesantren, serta bagaimana meningkatkan jumlah santri pada masa mendatang.

“Jangan puas dengan yang biasa kita lakukan” ujarnya.

Arahan tersebut menjadi catatan penting bagi kepemimpinan Pesantren At-Tajdid dalam menghadapi tantangan pengembangan pesantren ke depan. Evaluasi terhadap berbagai aspek pengelolaan dan pengalaman sebelumnya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menghadirkan perbaikan dan kemajuan secara berkelanjutan.

Setelah rangkaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah atau mushafahah antara pimpinan, tamu undangan, dan keluarga besar Pesantren At-Tajdid. Momen tersebut kemudian dilanjutkan dengan foto bersama sebelum acara ditutup dengan doa dan penutupan.

Pelantikan Mudir ini menjadi momentum baru bagi Pesantren At-Tajdid Muhammadiyah Tasikmalaya untuk melanjutkan perjalanan kelembagaan pada periode 2024–2028. Amanah tersebut sekaligus membawa harapan agar semangat At-Tajdid—pembaruan, pengembangan, dan inovasi—dapat terus hadir dalam berbagai aspek kehidupan pesantren.

Dengan semangat kebersamaan dan dukungan seluruh unsur pesantren, kepemimpinan baru diharapkan mampu melanjutkan ikhtiar Pesantren At-Tajdid dalam mewujudkan generasi yang mulia dalam akhlak, unggul dalam ilmu, dan terampil dalam amal.

Bagikan :