Pesantren At-Tajdid Muhammadiyah Tasikmalaya: Membangun Karakter Santri melalui Pembinaan Dialogis dan Berbasis Nilai Islam

Di tengah dinamika pendidikan modern yang menuntut lahirnya generasi berkarakter kuat, mandiri, dan berakhlak mulia, Pesantren At-Tajdid Muhammadiyah Tasikmalaya hadir dengan pendekatan pendidikan Islam yang relevan dengan kebutuhan zaman. Pesantren ini mengembangkan pola pembinaan santri yang dialogis, humanis, dan berlandaskan nilai-nilai Islam, sebagai bagian dari ikhtiar mencetak generasi Muslim yang utuh secara spiritual, intelektual, dan sosial.
Pendekatan pembinaan ini menempatkan santri bukan sekadar sebagai objek aturan, tetapi sebagai subjek pendidikan yang dibimbing untuk memahami, bertanggung jawab, dan tumbuh secara sadar dalam lingkungan pesantren.
Pembinaan Santri yang Menekankan Dialog dan Musyawarah
Salah satu ciri khas pembinaan santri di Pesantren At-Tajdid Muhammadiyah Tasikmalaya adalah budaya dialog dan musyawarah. Santri dibiasakan untuk menyampaikan pendapat secara santun, terlibat dalam diskusi, serta ikut berpartisipasi dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan kehidupan asrama dan sekolah.
Prinsip musyawarah (syura) yang menjadi ajaran inti Islam dihidupkan dalam praktik keseharian. Melalui proses ini, santri belajar menghargai perbedaan pandangan, melatih keberanian berpendapat, serta membangun sikap saling menghormati dalam bingkai adab Islami.
Membina dengan Kepercayaan dan Keteladanan
Pembinaan santri di At-Tajdid dilakukan dengan pendekatan kepercayaan dan pendampingan. Santri diberikan ruang untuk belajar memimpin melalui organisasi santri, kepengurusan asrama, serta berbagai kegiatan keagamaan dan sosial. Kepercayaan ini melatih santri untuk memegang amanah, bersikap jujur, dan bertanggung jawab atas setiap tugas yang diemban.
Dalam hal kedisiplinan, pesantren lebih mengedepankan pembinaan yang mendidik. Pendekatan yang digunakan tidak bertumpu pada hukuman fisik, melainkan pada nasihat, dialog, dan refleksi diri (muhasabah). Para pengasuh dan guru menjadi teladan dalam sikap, kedisiplinan, dan akhlak, sehingga nilai-nilai Islam tidak hanya diajarkan, tetapi ditampilkan dalam perilaku nyata.
Nilai-Nilai Islam sebagai Fondasi Pembinaan
Seluruh proses pembinaan santri di Pesantren At-Tajdid Muhammadiyah Tasikmalaya berakar pada nilai-nilai Islam, seperti keadilan, amanah, ukhuwah, toleransi (tasamuh), dan akhlakul karimah. Kebebasan berpikir dan berpendapat yang diberikan kepada santri selalu dibingkai dengan etika dan tanggung jawab.
Lingkungan pesantren dibangun sebagai ruang pendidikan yang aman, inklusif, dan mendidik, di mana santri belajar hidup bersama, saling menghargai, serta menumbuhkan empati dan kepedulian sosial. Nilai spiritual diperkuat melalui pembiasaan ibadah, pembinaan akhlak, dan penguatan kesadaran keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Membentuk Santri Mandiri dan Berjiwa Pemimpin
Pola pembinaan dialogis dan berbasis nilai Islam ini berdampak positif terhadap perkembangan karakter santri. Santri terbiasa mengelola waktu, bertanggung jawab atas tugasnya, aktif dalam organisasi, serta mampu mengambil keputusan dengan pertimbangan moral dan etika.
Hubungan yang hangat dan humanis antara santri, guru, dan pengasuh menciptakan suasana belajar yang sehat. Santri merasa dihargai, didengar, dan didampingi dalam proses tumbuh kembangnya. Hal ini menjadi bekal penting dalam membentuk pribadi santri yang mandiri, percaya diri, dan siap mengabdi di tengah masyarakat.
Pesantren Islam yang Relevan dengan Tantangan Zaman
Pesantren At-Tajdid Muhammadiyah Tasikmalaya menunjukkan bahwa pesantren mampu memadukan tradisi keislaman, nilai kemuhammadiyahan, dan pendekatan pendidikan modern secara harmonis. Pembinaan santri yang dialogis dan berkarakter menjadi jalan tengah antara disiplin pesantren dan kebutuhan generasi masa kini.
Dengan pendekatan ini, Pesantren At-Tajdid berkomitmen melahirkan generasi Muslim yang tidak hanya kuat dalam ibadah dan akhlak, tetapi juga matang secara emosional, sosial, dan kepemimpinan.
Sumber Tulisan:
Artikel ini disarikan dari hasil penelitian ilmiah yang dipublikasikan dalam:
Saridudin. (2025). Democratic Parenting Strategy from an Islamic Education Perspective: An Analysis of Practices at At-Tajdid Boarding School Tasikmalaya. Jurnal Pendidikan Islam, Vol. 16 No. 2, 2025.
Bagikan :


